Remake Manis 50 First Dates dengan Kearifan Lokal Thailand.
”Aku harus menemukan cara agar Henry bisa jatuh cinta kepadaku lagi, lagi, dan lagi setiap hari.” – Lucy (Henry’s First Date, 2026)
Lama tak melihat film komedi Thailand, kini film terbarunya siap hadir di layar lebar Indonesia. Namun, narasi yang dibawa kali ini adalah meramu ulang salah satu film komedi ikonik Hollywood menjadi narasi baru yang lebih segar, hangat, dan sangat kekeluargaan. Hadir dengan judul Henry’s First Dates, film ini merupakan remake dari 50 First Date yang rilis pada 2004 yang saat itu dibintangi Adam Sandler dan Drew Barrymore.
Disutradarai oleh Mez Tharatorn, yang terkenal lewat ATM: Er Rak Error (2012), The Con-Heartist (2020), dan juga film komedi hits I Fine..Thank You..Love You pada tahun 2014. Film ini juga memberikan premis yang cukup menarik, yakni dengan membalikkan premis aslinya. Kali ini, sang karakter prialah yang menderita hilang ingatan jangka pendek, sementara sang wanita yang harus berjuang mendapatkan hatinya setiap hari.
Film ini juga menjadi sorotan besar karena memasangkan aktor papan atas Nadech Kugimiya dengan Minnie (G)I-DLE, idola K-Pop asal Thailand yang melakukan debut layar lebarnya di film ini.

Sinopsis
Berlatar di kawasan pantai Phang Nga dan Phuket, Thailand. Henry (Nadech Kugimiya) merupakan seorang pemuda baik hati penyayang binatang yang sehari-hari membantu ayahnya mengelola resor keluarga. Namun, sebuah kecelakaan hebat di masa lalu mengubah hidup Henry sepenuhnya; ia menderita kondisi aneh di mana ingatannya akan terhapus dan kembali ke titik nol setiap kali ia terbangun dari tidur di pagi hari.
Suatu hari, Henry bertemu dengan Lucy (Minnie (G)I-DLE), seorang kapten balon udara yang sedang mensurvei tempat baru untuk pekerjaannya tersebut. Keduanya langsung merasa cocok dan menghabiskan kencan pertama yang mengesankan. Masalah dimulai keesokan harinya, bagi Henry, Lucy kembali menjadi orang asing yang sama sekali tidak ia kenal.
Namun, Lucy menolak menyerah pada keadaan tersebut. Ia memutuskan untuk menjalani “kencan pertama” berulang kali demi membuat Henry jatuh cinta kepadanya (lagi dan lagi). Walaupun sempat dilarang ayah dan adik Henry, Lucy akhirnya meraih kepercayaan mereka.

Narasinya Menghibur dengan Twist Gender yang Fresh
Berbeda dengan versi aslinya di mana karakter perempuan mengalami hilang ingatan, perubahan fokus ke karakter laki-laki memberikan dinamika komedi yang lebih segar. Begitu pula dengan perjuangan mendapatkannya yang begitu romantis, semua terasa baru dan unik.Tak disangka, kedua karakter ini tampil sangat baik di film ini. Nadech berhasil membawakan karakter Henry yang lugu dan tulus. Sementara itu, Minnie juga tampil memukau dan natural dalam debut layar lebarnya, memancarkan pesona hangatnya yang kuat.
Sentuhan komedi di film ini juga terasa pas dengan kultur Asia. Kehadiran ayah Henry dan adiknya, Kanoon, mampu memberikan dinamika keluarga yang suportif, jenaka, dan di satu sisi juga mengharukan. Banyak momen mengocok perut yang dihadirkan kedua ayah dan anak ini saat menutupi Henry, agar tak membuatnya tertekan. Memang ada beberapa jokes terasa dipaksakan dan malah mengganggu adegannya.

Visualisasinya Luar Biasa
Karena berlatar di daerah pantai Thailand yang terkenal bersih dan alami, Sinematografinya berhasil menangkap keindahan pantai dan pesisir Thailand yang berliku. Perjalanan balon udaranya pun sangat indah dan berwarna, membuat film ini terasa amat sinematik.
Kesimpulan

Henry’s First Dates berhasil membawa nostalgia romansa para fansnya pada film aslinya, terlebih mereka pecinta rom-com. Meskipun merupakan sebuah remake, film ini berhasil keluar dari bayang-bayang versi aslinya berkat modifikasi plot yang brilian, visual yang memikat, dan pesona luar biasa dari duet Nadech dan Minnie.
Memang ada beberapa repetisi adegan yang seharusnya bisa dikurangi untuk memangkas durasi yang relatif panjang. Tapi hal itu amatlah minor. Bagi kamu pecinta rom-com yang mencari tontonan akhir pekan yang penuh tawa, sekaligus menyentuh hati tentang arti mencintai dengan tulus, film ini sangat layak untuk ditonton di seluruh bioskop di Indonesia.
Director: Mez Tharatorn
Cast: Nadech Kugimiya, MINNIE (Nicha Yontararak), Kiat Kitjaroen, Arthit Somnoi, Tipargon Chaiprasit
Duration: 115 Minutes
Score: 8.0/10