Selain Trailer dan Poster, GJLS: Berapi-Api juga Menghadirkan Barasuara yang Mengisi Original Soundtrack Bersama Performance Memukau dari Damkar.
GJLS: Berapi-Api disutradarai Monty Tiwa dan dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
Amadeus Sinemagna akhirnya meresmikan revisi kedua official poster, official trailer, hingga lagu orisinal resmi (soundtrack) garapan grup musik Barasuara. Peluncuran ini sekaligus menjadi jawaban dari protes keras trio GJLS sebelumnya akibat visual poster pertama yang dirilis dalam kondisi sensor buram alias blur total.
Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Di bawah arahan sutradara ternama Monty Tiwa dan Indra Yudhistira, film GJLS: Berapi-Api membawa narasi yang tidak biasa.
Dikisahkan tiga sahabat karib—Rigen, Hifdzi, dan Rispo—memiliki ambisi besar untuk menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar) demi terlihat heroik di mata publik. Namun, perjalanan mereka tidak mulus. Setelah gagal dalam pelatihan bersama regu legendaris ‘Algojo Api’, mereka justru terdampar di tugas-tugas harian yang sepele.
”Di film ini, kami mau membawakan sisi komedi yang dicintai publik dari film pertama, tapi dengan skala cerita yang jauh lebih menantang,” ujar Hifdzi Khoir di hadapan awak media. Ketegangan cerita memuncak ketika trio ini nekat mengambil jalan pintas untuk masuk ke tim utama, yang justru menyeret mereka ke dalam misi berbahaya: menyelamatkan anak-anak dari cengkeraman sindikat kriminal.

Air Mata Sahabat dan Kostum Belasan Kilo
Kemeriahan mendadak berubah haru ketika Ananta Rispo meneteskan air mata di atas panggung saat menceritakan tentang esensi persahabatan mereka di balik layar. Rispo juga membagikan cerita mengenai beratnya perjuangan fisik selama proses syuting.
“Hal yang paling menantang buat saya adalah saat kami harus menggunakan fire jacket asli milik petugas damkar. Beratnya mencapai hampir 10 kilogram, dan kami harus bergerak aktif melakukan adegan aksi di tengah cuaca yang panas,” ungkap Rispo.Senada dengan Rispo, Rigen yang baru saja melewati operasi batu ginjal menegaskan bahwa proyek ini menguras energi besar sehingga membuatnya mulai mengubah total gaya hidup menjadi lebih sehat.

Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar Sungguhan
Sesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton.
Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh awak media.

Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut Pagar
Materi official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.
Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. “Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua,” papar Rigen Rakelna.
Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. “Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.
“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka. “Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”
Sutradara Monty Tiwa menambahkan, “GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga.”

Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran Lengkap
Energi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul “Api dan Mimpi” membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.
Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.