Review Bidadari Surga (2026)

Ketika Lelaki Bengal Menemukan Cinta Sejatinya

“Pernikahan itu bukan melulu karena cinta, tapi ibadah. Memperjuangkan cinta juga ibadah kan bah?” – Nadia (Bidadari Surga, 2026)

Di awal tahun 2026 ini, Max Pictures kembali merilis film terbarunya yang dibintangi pasutri Rey Mbayang dan Dinda Hauw. Film dengan judul Bidadari Surga ini akan membuat kita tersenyum simpul sendiri saat melihatnya. Dengan narasinya yang ringan dan sangat kekinian, film ini menceritakan bagaimana perjuangan seorang anak muda dalam memperjuangkan cintanya.

Taufan (Rey Mbayang), seorang YouTuber kaya dan terkenal karena konten kontroversialnya, tiba-tiba jatuh cinta pada Nadia (Dinda Hauw), anak perempuan Kiai Sahid satu-satunya yang dikenal taat beragama dan memiliki prinsip tegas.

Saat itu Nadia menolak permintaan Taufan untuk melepas hijabnya demi konten video. Ketegasan Nadia ini di luar dugaan justru menarik perhatian Taufan, mendorongnya untuk serius mengejar Nadia meskipun latar belakang mereka sangat berbeda.

Lucunya, Taufan berkeinginan melamar Nadia untuk menjadi istrinya, asal Taufan berani meminta restu ayahnya untuk hal tersebut. Merasa diberi kesempatan, Taufan bersama kedua temannya, Rio dan Bambang, mengunjungi Kiai Sahid untuk menjelaskan maksud Taufan. Berhasilkah usaha Taufan meminta restu untuk meminang Nadia?

Film yang baru bisa dirilis ke publik setelah 5 tahun selesai produksi ini ternyata masih memiliki tema yang cukup menarik dan relevan bagi anak muda yang memiliki latar belakang berbeda. Kita akan melihat bagaimana Rey Mbayang mampu bertransformasi menjadi karakter Taufan yang tengil dan tidak diurus orang tuanya. Menyebabkan ia tidak pernah belajar agama dan pekerjaannya sehari-hari bersama kedua temannya, adalah menjadi konten kreator prank demi mengejar subscriber. Taufan baru kena batunya setelah ia bertemu Nadia yang tadinya akan ia prank, namun apa yang Nadia lontarkan mampu memikat dirinya dan berusaha bagaimana ia bisa mendapatkan cintanya.

Premis yang cenderung klise ini mungkin cenderung menggampangkan persoalan. Tapi bukan itu yang ingin diceritakan, melainkan bagaimana seseorang bisa berubah drastis dan memperjuangkan sesuatu demi apa yang selama ini diinginkannya. Perubahan diri ini digambarkan dengan treatment komedi yang ringan oleh Sutradara Indra Gunawan. Kehadiran Ibnu Wardani dan Tomy Babap yang berperan sebagai kedua teman Taufan, ternyata mampu memberi kelucuan yang signifikan di film ini.

Jangan lupakan kehadiran Pakde Indro Warkop yang tampil bijak dan tegas sebagai Kiai Sahid. Tampilannya lengkap dengan peci terlihat sangat serius, membuat kita lupa kalau Pakde Indro sejatinya merupakan komedian senior yang biasanya kita lihat di film bergenre komedi.

Sebagai sebuah tontonan, Bidadari Surga sangatlah menghibur. Film ini amat ringan, mudah diikuti, dan walaupun dibalut dengan sentuhan komedi yang terasa fresh, membuat Bidadari Surga layak ditonton oleh semua anggota keluarga. Tonton film ini mulai 15 Januari 2026.

Director: Indra Gunawan
Cast: Rey Mbayang, Dinda Hauw, Indro Warkop
Duration: 80 minutes
Score: 7.5/10



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top